Dedikasi Vs Angat-angat Taik Ayam

Jepang, yang disebut-sebut sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia adalah contoh salah satu negara yang memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan negaranya. Pada awalnya Jepang disebut sebagai negara plagiator karena banyak meniru produk yang sudah lebih dulu dikembangkan oleh negara lain. Dulu produk Jepang sering disebut berkualitas rendah karena memang harganya murah. Namun seiring dengan berjalannya waktu kini produk Jepang tidak lagi dipandang sebelah mata. Inilah bukti kedahsyatan DEDIKASI.



Satu kali aku pernah berjumpa dengan peneliti burung belibis di Way Kanan, Lampung. dia telah menghabiskan waktu selama hampir lima tahun di belantara hutan Way Kanan untuk menjalankan penelitiannya. Melihat kondisi hutan di Way Kanan yang serba terbatas dan sunyi, aku terperangah bagaimana mugkin seseorang dari peradaban yang lebih maju mau menghabiskan waktunya untuk tinggal di tempat yang bisa disebut jauh dari peradaban. Tapi inilah DEDIKASI yang kelak akan menghasilkan hasil karya yang sangat berguna bagi peradaban manusia.


Dedikasi, ,mungkin inilah yang hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, kita sudah sangat terbiasa dengan budaya "angat-angat taik ayam" (istilah di Kampungku,Baturaja) . Ketika isu sedang hangat kita semua hanyut dalam euforia seremonial. Begitu banyak program yang dirancang namun tidak disertai dengan dedikasi tinggi, semuanya berakhir GATOT alias gagal total. Dedikasi harus kembali dihadirkan di negeri ini kalau mau maju.

0 comments:

JANGANLAH KALIAN MENUNTUT ILMU UNTUK MEMBANGGAKANNYA TERHADAP PARA ULAMA DAN UNTUK DIPERDEBATKAN DI KALANGAN ORANG-ORANG BODOH DAN BURUK PERANGAINYA. JANGAN PULA MENUNTUT ILMU UNTUK PENAMPILAN DALAM MAJELIS (PERTEMUAN ATAU RAPAT) DAN UNTUK MENARIK PERHATIAN ORANG-ORANG KEPADAMU. BARANGSIAPA SEPERTI ITU MAKA BAGINYA NERAKA … NERAKA. (HR. TIRMIDZI DAN IBNU MAJAHTHANK YOU FOR VISITING MY BLOG