Pelajaran Dari Abang Tukang Bakso

Gerobak Bakso
Kemarin ada acara pernikahan tetangga sebelah. Ini adalah kali pertama ada keramaian di tempat tinggal baruku. Gak nyangka kalo acaranya bakal rame banget sampe ada kuda kepang segala. Nah, diantara kemeriahan pesta ada sekelompok orang yang mengais keuntungan. Banyak pedagang dadakan yang tiba-tiba mendirikan tenda di depan rumah. Salah satu pedagang yang berebut rejeki adalah abang tukang bakso yang tampak begitu optimis kalo dagangannya bakal laris malam nanti. Karena dia akan berjualan hingga malam, dengan sopan dia menanyakan apakah aku pemilik rumah.

"Kakak, yang punya rumah ini ya?"
"ya" jawabku singkat
"kalo boleh nanti malam saya mau nyambung listrik buat penerangan, nanti saya kasih uang rokok".
"boleh aja, tapi kamu sambung sendiri kabelnya".

singkat cerita malam datang, dan dagangan si Abang semakin rame. oleh karena acaranya berlangsung hingga larut dan mata udah gak mau kompromi lagi, gue tinggal tidur aja tuh si Abang. 
Keesokan paginya tuh Abang bakso udah nongol di depan rumah, 
"Assalamualaikum"
"''walaikum salam"
"Ini Kak, saya mau nepatin janji saya ke Kakak" ujarnya sambil menyerahkan uang yang dilipat. 
"Jangan dilihat dari jumlahnya ya Kak, tapi saya gak enak kalo gak nepatin janji".

Pelajaran berharga dari si Abang bakso adalah PEGANG OMONGANMU DAN TEPATI JANJIMU. Cuma sedikit orang yang bisa memenuhi janji dan menepati omongan. Kejujuran dan komitmen adalah bagian dari sukses dalam bidang apapun. So, mulai sekarang yuk kita sama-sama jadi seorang gentle yang bisa pegang omongan dan nepatin janji


0 comments:

JANGANLAH KALIAN MENUNTUT ILMU UNTUK MEMBANGGAKANNYA TERHADAP PARA ULAMA DAN UNTUK DIPERDEBATKAN DI KALANGAN ORANG-ORANG BODOH DAN BURUK PERANGAINYA. JANGAN PULA MENUNTUT ILMU UNTUK PENAMPILAN DALAM MAJELIS (PERTEMUAN ATAU RAPAT) DAN UNTUK MENARIK PERHATIAN ORANG-ORANG KEPADAMU. BARANGSIAPA SEPERTI ITU MAKA BAGINYA NERAKA … NERAKA. (HR. TIRMIDZI DAN IBNU MAJAHTHANK YOU FOR VISITING MY BLOG