Wartawan Datang, "Beberapa" Rekan Senang



Horeeeeeeeeeeeee........................... !!! bisa jadi itulah teriakan dalam hati beberapa rekan ketika gerombolan wartawan datang ke kantor hari ini. Maklumlah wartawan di kantorku identik dengan "rejeki dadakan", biasanya setiap awal bulan para kuli tinta ini bisa mencairkan pembayaran dari beberapa berita dan iklan yang dimuat di media mereka. Dan biasanya ada "uang terima kasih" yang dibagikan ke beberapa rekan yang dianggap telah menyukseskan pekerjaan mereka. 

Jauh sebelum aku mulai kerja di tempat sekarang, aku adalah salah satu "kutu koran" yang merasa ada sesuatu yang kurang kalau dalam sehari belum baca koran. Tapi kini setelah aku tahu "behind the screen" terbitnya sautu berita, Alah Mak....!!! betapa terkejutnya aku, hampir hilang minat bacaku setelah kutahu kalau banyak berita yang dimuat di koran-koran lokal adalah berita titipan. Jadi kemurnian berita yang kubaca diragukan. Tak heran pula banyak pejabat daerah yang apriori dengan yang namanya wartawan, takut kalau mereka "dikorankan".
Sekarang dimanakah bisa ditemukan media yang benar-benar independen??
Bisakah media jadi "pure" independen kalau periuk nasi mereka dihidupi oleh orang-orang yang berkepentingan saja?
Beranikah mereka jadi independen kalau salah satu "oknum" yang akan dihighlight adalah salah satu klien besar mereka??

 


0 comments:

JANGANLAH KALIAN MENUNTUT ILMU UNTUK MEMBANGGAKANNYA TERHADAP PARA ULAMA DAN UNTUK DIPERDEBATKAN DI KALANGAN ORANG-ORANG BODOH DAN BURUK PERANGAINYA. JANGAN PULA MENUNTUT ILMU UNTUK PENAMPILAN DALAM MAJELIS (PERTEMUAN ATAU RAPAT) DAN UNTUK MENARIK PERHATIAN ORANG-ORANG KEPADAMU. BARANGSIAPA SEPERTI ITU MAKA BAGINYA NERAKA … NERAKA. (HR. TIRMIDZI DAN IBNU MAJAHTHANK YOU FOR VISITING MY BLOG