Rahasia Dibalik Angka-angka Kartu Kredit

Contoh Credit Card
Bagi orang awam seperti saya mungkin belum pernah tahu kalau kartu kredit mengikuti pola dan struktur tertentu agar bisa divalidasi sebelum transasksi diterima. Perlu diketahu bahwasannya struktur tersebut memang telah dirancang sedemikian rupa dan perlu juga dipahami cara kerja sebuah kartu kredit. 

Darimana angka-angka di kartu kredit berasal?
Nomor-nomor di kartu kredit tidak tersusun secara acak. Ada deretan angka tertentu yang memberikan informasi tentang penerbit kartu kredit dan deretan angka lainnya yang memberikan informasi tentang pemegang kartu kredit. 

Angka di deretan terdepan disebut Major Industry Identifier (MII) angka ini memberikan informasi bergerak di bidang apa institusi yang mengeluarkan kartu kredit tersebut.
  • angka 1 dan 2 diterbitkan oleh institusi penerbangan (airlines).
  • 3 diterbitkan oleh institusi perjalanan dan hiburan. 
  • 4 dan 5 diterbitkan oleh bank dan institusi keuangan.
  • 6 diterbitkan oleh institusi perdagangan dan perbankan.
  • 7 diterbitkan  oleh perusahaan perminyakan.
  • 8 diterbitkan  oleh perusahaan telekomunikasi.
  • 9 diterbitkan  oleh  penugasan nasional (national assignment).
6 digit angka di deretan pertama adalah Issuer Identification Number (IIN). angka-angka ini bisa digunakan untuk mengetahui darimana asal kartu kredit tersebut. Contoh IIN yang populer di masyarakat  list of popular IINs di Wikipedia, anda bisa mengetahui siapa yang menerbitkan kartu kredit tersebut hanya dengan membaca nomor-nomor yang tertera di kartu kredit.
Beberapa contoh:
  • Visa: 4*****
  • American Express (AMEX): 34**** or 37****
  • Diner's Club International: 36****
  • Mastercard: 51**** to 55****
7 digit di baris kedua hingga baris terakhir adalah the customer account number (Nomor Akun Pemegang kartu kredit).  Pada umumnya institusi penerbit kartu kredit menggunakan 9 digit untuk nomor akun, tapi bisa juga menggunakan 12 digit. Artinya dengan menggunakan algoritma yang sekarang, di seluruh belahan dunia bisa diterbitkan sekitar 1 triliun kartu kredit.

Kita sering melihat 16 digit nomor kartu kredit sekarang, adalah mungkin bagi penerbit kartu kredit untuk mengeluarkan kartu kredit dengan 19 digit dengan menggunakan sistem yang sekarang. Di masa yang akan datang bisa jadi kita akan melihat digit yang lebih panjang kagi tertera di kartu kredit. 

Digit angka paling terakhir adalah  check digit, atau checksum. digunakan untuk memvalidasi kartu kredit dengan menggunakan algoritma  Luhn.


Penerapan Algoritma Luhn sebagai  pengesahan dan pembuatan  Urutan Nomor Kartu kredit
  1. Pertama, anda harus petakan semua  16 digit yang tertera dari nomor kartu kredit kartu debet. Luhn Algorithm selalu dimulai dari baris sebelah kanan, kemudian bergerak ke digit sebelah kiri berikutnya  dan gandakan  nilai mulai dari  digit yang ke 15 dan selangi 1 digit mulai dari digit ke 15.  Sebagai contoh, jika kartu kredit adalah suatu 16 digit kartu kredit Visa, digit yang digandakan nilainya  adalah  dari digit 15, 13, 11, 9, dan seterusnya sampai semua digit yang berselang 1 telah digandakan nilainya.
  2. Jika digit yang digandakan nilainya dan menjadi nilai yang hasilnya sama dengan 10 atau lebih , kita harus menambahkan hasil digit tersebut. Sebagai contoh, digit 5 ketika digandakan akan menjadi 10, kemudian kita harus menambahkan masing-masing nilai tersebut yaitu 1+0. Demikian juga, misalkan digit 9 ketika digandakan akan menjadi 18, maka kita harus menjumlahkan nilai tersebut yaitu 1 + 8 dan hasilnya menjadi 9.
  3. Sekarang, kita lihat hasil dari urutan yang baru dari perhitungan yang kita buat tadi. Digit yang baru yang nilainya kita gandakan tadi  akan menggantikan digit yang sebelumnya. Digit yang tidak kita gandakan nilainya  akan tetap sama.
  4. Jumlahkan urutan yang baru. Jika dikombinasikan perhitungan jumlah  dapat dibagi oleh sepuluh atau berakhir dengan 0, misalnya  70. Jika tidak habis dibagi 10, maka nomor atau jumlah kartu kredit yang tertera  tidaklah sah atau tidak benar (valid).
Tabel perhitungan seperti berikut :
Kita bisa lihat deret angka kartu tersebut adalah sah, karena total penjumlahannya adalah 70, nilai tersebut habis dibagi 10.



0 comments:

JANGANLAH KALIAN MENUNTUT ILMU UNTUK MEMBANGGAKANNYA TERHADAP PARA ULAMA DAN UNTUK DIPERDEBATKAN DI KALANGAN ORANG-ORANG BODOH DAN BURUK PERANGAINYA. JANGAN PULA MENUNTUT ILMU UNTUK PENAMPILAN DALAM MAJELIS (PERTEMUAN ATAU RAPAT) DAN UNTUK MENARIK PERHATIAN ORANG-ORANG KEPADAMU. BARANGSIAPA SEPERTI ITU MAKA BAGINYA NERAKA … NERAKA. (HR. TIRMIDZI DAN IBNU MAJAHTHANK YOU FOR VISITING MY BLOG