Datanglah ke propinsi Lampung atau Jakarta ketika musim buah duku atau durian, pasti para pedagang buah menjajakan buah duku atau durian dengan embel-embel duku Baturaja atau durian Baturaja. Begitu populernya buah duku dan durian dari Baturaja yang terkenal manis dan lunak. Durian yang lebih dikenal dengan sebutan duren alias dukhian alias dekhian di Baturaja memang memiliki tempat tersendiri di hati penggemar buah-buahan ini.

Sayangnya setiap kali musim buah-buahan para brooker (tukang ulo) langsung terjun ke kebun-kebun atau kampung duku/durian di kampung-kampung sehingga terkesan musim buah hanya sekedar lewat karena buah duku dan durian sudah diborong duluan oleh para brooker untuk selanjutnya dijual di kota-kota besar.

Popularitas buah duku dan durian sejauh ini belum tidak dimanfaatkan untuk kepentingan promosi pariwisata Ogan Komering Ulu. Seandainya penduduk kabupaten OKU dan dinas pariwisata mau sejenak memaksimalkan potensi ini pasti dampaknya akan sangat bagus bagi dunia pariwisata OKU. Coba sekali saja ketika musim duku dan durian tiba, buah-buahan tersebut jangan langsung dijual secara borongan ke luar kota, kita manfaatkan buah-buah tersebut untuk melaksanakan event besar bartajuk kontes makan buah duku dan durian di taman kota. Pasti seru membayangkan seandainya ada tiga puluh ribu orang makan buah duku dan durian bareng di satu tempat. Tentunya pemda punya link-link di luar daerah, undang mereka untuk mengikuti kontes makan buah duku dan durian. Jangan lupa libatkan juga penduduk lokal se kabupaten OKU untuk jadi peserta.

Hingga saat ini MURI belum pernah mencatat rekor makan buah duku dan durian terbanyak. Betapa dahsyatnya jika kota kelahiranku menjadi kabupaten pertama yang bisa melaksanakan event bertaraaf nasional “Kontes Makan Buah Duku/Durian Terbanyak” se-Indonesia. Dari kontes semacam ini tentunya para peserta dari luar kota akan bercerita dari mulut ke mulut yang secara tidak langsung akan mempromosikan kabupaten Ogan Komering Ulu keluar. Hasil study menunjukkan bahwa promosi dari mulut ke mulut lebih efektif karena bisa dijadikan referensi bagi calon wisatawan lainnya.

1 comment:

  1. makasih infonya gan,,,lihat jg donk blog aku,,baru bikin nih...http://www.broeda.blogspot.com

    ReplyDelete

JANGANLAH KALIAN MENUNTUT ILMU UNTUK MEMBANGGAKANNYA TERHADAP PARA ULAMA DAN UNTUK DIPERDEBATKAN DI KALANGAN ORANG-ORANG BODOH DAN BURUK PERANGAINYA. JANGAN PULA MENUNTUT ILMU UNTUK PENAMPILAN DALAM MAJELIS (PERTEMUAN ATAU RAPAT) DAN UNTUK MENARIK PERHATIAN ORANG-ORANG KEPADAMU. BARANGSIAPA SEPERTI ITU MAKA BAGINYA NERAKA … NERAKA. (HR. TIRMIDZI DAN IBNU MAJAHTHANK YOU FOR VISITING MY BLOG